Sabtu, 02 Februari 2013

Kriptografi dan Enkripsi


                        


 
Kriptografi dapat dimaknai sebagai kajian untuk melindungi data dengan menggunakan sejumlah teknik penyembunyian rahasia data berupa kunci rahasia untuk digunakan dalam proses enchipering data.  Dengan maksud bahwa hanya orang yang ber-hak-lah yang dapat membaca data yang dilindungi tersebut, dengan melakukan proses deciphering data terhadap data yang dikirimkan. Dalam kriptografi dikenal proses enkripsi (enchipering data) dan dekripsi (dechipering data), yang analogi dengan proses modulasi dan demodulasi pada proses transmisi sinyal informasi pada sistem telekomunikasi. Namun enkripsi dan dekripsi lebih dikhususkan untuk melindungi data yang dikirimkan sebelum ditransmisikan oleh transceiver.
 

 Tujuan
1.     Memahami yang dimaksud kriptografi
2.     Memahami proses enkripsi dan dekripsi
3.     Dapat menggunakan algoritma penyembunyian data yang sederhana
4.     Mengetahui beberapa contoh teknik kriptografi

6.1 Pengantar Kriptografi

Ilmu yang ditujukan untuk mempelajari dan melakukan eksplorasi seputar keamanan pengiriman sebuah pesan (message).Sedangkan praktisi yang menggunakannya sering disebut dengan kriptografer (cryptographer).





      
 

Gambar 6.1 Skema Sistem Kriptografi


Misalkan pada dimodelkan pada sebuah fungsi matematika:
Plaintext : x
Algoritma : tambahkan x dengan bilangan 13
Key : f(x)
Ciphertext : (x+13)
 



Gambar 6.2 Contoh Simulasi Perubahan

Kriptografi berasal dari kata cryptography yang diadopsi dari bahasa Yunani untuk merujuk kepada “secret-writing”. Jadi bisa disimpulkan kriptografi adalah ilmu yang mempelajari teknik-teknik, biasanya berdasar pada matematika, yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperti kerahasiaan, integritas data, serta otentikasi.

Umumnya digunakan terutama dalam bidang pertahanan dan keamanan.
Juga banyak diaplikasikan untuk segala aktivitas yang berhubungan dengan Teknologi Informasi, dengan dasar pengembangannya menggunakan model matematika.

Elemen-elemen Sistem Kriptografi adalah:
-  Plaintext: yakni pesan sumber yang sediakalanya pertama sekali dibuat oleh user; dapat dibaca oleh orang umumnya.
-  Ciphertext: ini adalah bentuk setelah pesan dalam plaintext telah diubah bentuknya menjadi lebih aman dan tidak dapat dibaca. Proses mengubah plaintext menjadi ciphertext disebut encryption (enciphering), dan proses membalikkannya kembali disebut decryption (deciphering).
-  Cryptographic algorithm: yaitu mekanisme/tahapan yang digunakan berdasar operasi matematika untuk mengubah plaintext menjadi ciphertext.




           
Gambar 6.3 Skema Proses Enkripsi dan Dekripsi

Key: yakni kunci yang digunakan berdasar pada cryptographic algorithm untuk melakukan proses enkripsi dan dekripsi kepada pesan yang dikirimkan. Ini mengartikan bahwa hanya user yang memiliki key saja yang dapat men-decrypt sebuah pesan dalam bentuk ciphertext.
Pada sistem kriptografi yang handal bisa melewatkan sebuah pesan dalam bentuk ciphertext pada sebuah kanal yang belum tentu aman.
Ada tiga aspek untuk melindungi sebuah pesan yang ingin dikirimkan, yaitu dengan memberi lapisan keamanan pada sisi: pengirim, penerima, dan kanal yang digunakan untuk media pengiriman.

Kesimpulannya, sistem kriprografi (cryptosystem) adalah interaksi diantara elemen-elemen sistem yang terdiri dari: algoritma kriptografi, plaintext, ciphertext, dan kunci untuk menghasilkan bentuk baru dari perubahan bentuk sebelumnya.Orang yang berusaha untuk melakukan penyadapan atau pembongkaran disebut dengan penyadap (eavesdropper) atau intruder.

Bidang-bidang yang biasanya mengaplikasikan kriptografi seperti:
-  proses pengiriman data melalui kanal komunikasi (kanal suara atau kanal data).
-  mekanisme penyimpanan data ke dalam disk-storage.




      

Gambar 6.4 Skema Implementasi Kriptografi





 

         

Gambar 6.5 Implementasi Kriptografi pada image
Tujuan Kriptografi secara umum adalah:
·         Menjaga kerahasiaan (confidentiality) pesan.
·         Keabsahan pengirim (user authentication).
·         Keaslian pesan (message authentication).
·         Anti-penyangkalan (non-repudiation).

Jika disimbolkan:
P = plaintext
C = chipertext
maka:
Fungsi pemetaan P     ,  C disebut E (encryption), sehingga dapat dituliskan sebagai berikut:
E(P) = C

Fungsi pemetaan C   ,   P disebut D (decryption), sehingga dapat dituliskan sebagai berikut:
D(C) = P


Kekuatan sebuah sistem kriptografi terletak pada hal yaitu: semakin banyak usaha yang diperlukan, untuk membongkar sebuah cryptosystems, maka semakin lama waktu yang dibutuhkan; sehingga semakin kuat algoritma kriptografi yang digunakan, artinya semakin aman digunakan untuk menyandikan pesan.

Sebuah algoritma cryptography bersifat restricted, apabila kekuatan kriptografi-nya ditentukan dengan menjaga kerahasiaan algoritma tersebut.

6.2 Cryptanalysis dan cryptology

Hubungan antara cryptanalysis dan cryptology dapat dijelaskan sebagai berikut:
Cryptanalysis adalah cara yang digunakan untuk memecahkan chipertext menjadi plaintext tanpa mengetahui kunci (key) yang sebenarnya. User yang melakukannya disebut cryptanalyst.
Cryptology adalah studi yang dilakukan untuk mempelajari segala bentuk tentang cryptography dan cryptanalysis.

Kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut:
Persamaan cryptography dan cryptanalysis yaitu: mengeksplorasi bagaimana proses menerjemahkan ciphertext menjadi  plaintext.
Sedangkan perbedaan cryptography dan cryptanalysis yaitu:
-  Cryptography bekerja secara legal berdasar proses legitimasi sebagaimana mestinya (yakni pengirim atau penerima pesan).
-  Cryptanalysis bekerja secara ilegal karena dilakukan dengan cara menyadap untuk memungkin yang tidak berhak mengakses informasi.

6.3 Enkripsi dan Dekripsi

Fakta sejarah penggunaan kriptografi:
Tentara Yunani pada perang di Sparta (400SM) menggunakan scytale, yakni pita panjang dari daun papyrus +  sebatang silinder, yang digunakan sebagai alat untuk mengirimkan pesan rahasia perihal strategi perang.




      
Gambar 6.6 Skema Scytale

Mekanisme pemakaiannya sebagai berikut:
Plaintext ditulis secara horisontal (yakni baris per baris). Jika pita dilepas, maka huruf-huruf pada pita telah tersusun membentuk pesan rahasia (ciphertext). Sehingga agar penerima bisa membaca pesan tersebut, maka pita dililitkan kembali menggunakan silinder yang diameternya sama dengan diameter silinder si pengirim.

6.4 Kriptografi dengan menggunakan Key (K)

Saat ini algoritma bersifat restricted tidak lagi banyak digunakan; dengan alasan tidak cocok dalam penggunaan pada karakter open-systems.
Pada lingkungan dengan karakter open-systems, kekuatan algoritma cryptograpy-nya terletak pada key yang digunakan, yakni berupa deretan karakter atau bilangan bulat.

Dengan menggunakan key (K), fungsi enkripsi dan dekripsi berubah menjadi:
EK(P) = C     ,   untuk enkripsi
DK(C) = P   ,    untuk dekripsi

dan ekivalen menjadi:
DK(EK(P)) = P
 Description: enkr_dek_with_K














Gambar 6.7 Skema Proses Enkripsi dan Dekripsi dengan K

6.4.1 Kriptografi Simetris

Pada Key (K) berlaku sebagai berikut:
Apabila kunci (K) enkripsi sama dengan kunci dekripsi, maka sistem kriptografi-nya disebut sistem simetris (sistem konvensional); dan algoritma kriptografi-nya disebut dengan algoritma simetri atau algoritma konvensional.
Contohnya: Algoritma DES (Data Encyption Standard).

Pada kriptografi simetris, K yang sama digunakan untuk enkripsi dan dekripsi pesan seperti ditunjukkan pada skema berikut ini:
   

Gambar 6.8 Kriptografi Simetris
Kelebihan algoritma simetris:
·         Kecepatan operasi lebih tinggi bila dibandingkan dengan algoritma asimetris.
·         Karena kecepatan operasinya yang cukup tinggi, maka dapat digunakan pada sistem real-time.

Kelemahan algoritma simetris:
·         Untuk tiap pengiriman pesan dengan user yang berbeda dibutuhkan kunci yang berbeda juga, sehingga akan terjadi kesulitan dalam manajemen kunci tersebut.
·         Permasalahan dalam pengiriman kunci itu sendiri yang disebut "key distribution problem".

6.4.2 Kritografi Nirsimetris
Pada Key (K) berlaku sebagai berikut:
Apabila kunci (K) enkripsi tidak sama dengan kunci dekripsi, maka sistem kriptografi-nya disebut sistem  asimetris atau sistem kunci-publik; dan algoritma kriptografi-nya disebut dengan algoritma nirsimetri atau algoritma kunci-publik.
Contohnya: Algoritma RSA (Rivest-Shamir-Adleman)

Pada algoritma asimetris, digunakan 2 kunci, Key (K), dimana berlaku sebagai berikut:
Algoritma ini menggunakan dua kunci yakni kunci publik (public-key), umumnya digunakan sebagai kunci enkripsi; dan kunci privat (private-key) yang umumnya digunakan sebagai kunci dekripsi. Kunci publik disebarkan secara umum sedangkan kunci privat disimpan secara rahasia oleh user.Walaupun kunci publik telah diketahui namun akan sangat sukar mengetahui kunci privat yang digunakan

Pada kriptografi asimetris, K1 digunakan untuk enkripsi plaintext dan K2 digunakan untuk dekripsi ciphertext seperti ditunjukkan sebagai berikut:


Kelebihan algoritma asimetris:
·         Masalah keamanan pada distribusi kunci dapat lebih baik.
·         Masalah manajemen kunci yang lebih baik karena jumlah kunci yang lebih sedikit.

Kelemahan algoritma asimetris:
·         Kecepatan yang lebih rendah bila dibandingkan dengan algoritma simetris.
·         Untuk   tingkat   keamanan   sama,   kunci   yang   digunakan   lebih   panjang dibandingkan dengan algoritma simetris.


Klasifikasi algoritma kriptografi berdasar panjang data digunakan dalam sekali proses:
-  Algoritma block cipher : Informasi/data yang hendak dikirim dalam bentuk blok-blok besar (misal 64-bit) dimana blok-blok ini dioperasikan dengan fungsi enkripsi yang sama dan akan menghasilkan informasi rahasia dalam blok-blok yang berukuran sama juga. Contoh: RC4, Seal, A5, Oryx.
-  Algoritma stream cipher : Informasi/data yang hendak dikirim dioperasikan dalam bentuk blok-blok yang lebih kecil (byte atau bit), biasanya satu karakter per-satuan waktu proses, menggunakan tranformasi enkripsi yang berubah setiap waktu. Contohnya: Blowfish, DES, Gost, Idea, RC5, Safer, Square, Twofish, RC6, Loki97.


Sebuah algoritma kriptografi dikatakan aman (computationally secure) bila memenuhi tiga kriteria berikut:
-  Persamaan matematis yang menggambarkan operasi algoritma kriptografi sangat kompleks sehingga algoritma tidak mungkin dipecahkan secara analitik.
-  Biaya untuk memecahkan ciphertext melampaui nilai informasi yang terkandung di dalam ciphertext tersebut.
-  Waktu yang diperlukan untuk memecahkan ciphertext melampaui lamanya waktu informasi tersebut harus dijaga kerahasiaannya.


Salah satu contoh teknik public key cryptography (Kriptografi Asimetris ) yang saat ini digunakan untuk transaksi elektronis dunia maya (internet) adalah digital signature. Prinsip utama digital signature adalah terletak labelling unik subscriber pada akhir form transaksi yang disepakati olehnya untuk dikirimkan. Tujuan digital signature ini untuk memastikan identitas seseorang atau labelling untuk copyright sebuah produk (software maupun hardware). Untuk proses enkripsi digunakan kunci privat, sedangkan untuk proses dekripsi-nya menggunakan kunci publik.
 

 
   
  
Gambar 6.9 Kriptografi Asimetris untuk jenis Digital Signature

Sumber :
Jaringan Komputer – Budi Susanto, S. Kom.
Sistem Keamanan Jaringan Komputer - Kukuh Wisnu prayogo
Dasar Keamanan Jaringan - Tim DosenJaringanKomputer: SW-AP-AJ
Keamanan Jaringan Nirkabel - Baso Maruddani

Rabu, 30 Januari 2013

Download UKK TKJ & MM 2012 - 2013

Download Teori dan UKK TKJ 2012 - 2013
 Teori + UKK TKJ 2012-2013

Download UKK MM 2012 - 2013
Teori + UKK MM 2012-2013

Kamis, 24 Januari 2013

JOB 3 ADP



Mengatur Tampilan Layar
TUJUAN
- Dapat menggunakan procedure standar mengatur tampilan layar


1    1.      Dec (), oct () , hex () 
      Dec, oct, hex merupakan fungsi pengatur layar yang digunakan untuk mengkonversi data dalam bentuk desimal, oktal dan hexadesimal. File header yang harus disertakan file header adalah iomanip.h


   2. Setprecision()
Setprecision () merupakan fungsi pengatur layar yang digunakan untuk mengatur jumlah digit desimal yang akan ditampilkan. File header yang harus disertakan file header adalah iomanip.h

   3.  Setbase ()
Setbase () merupakan fungsi pengatur layar yang digunakan untuk konversi bilangan oktal, desimal dan hexadecimal. File header yang harus disertakan file header adalah iomanip.h
Bentuk umum :
            setbase (base bilangan)


4.    setw()
setw() merupakan fungsi pengatur layar yang digunakan untuk mengatur lebar tampilan di layar dari suatu nilai variabel. File header yang harus disertakan file header adalah iomanip.h
Bentuk umum :
            setw (int n)
n = nilai lebar tampilan data


5.      setfill ()
setfill() merupakan fungsi pengatur layar yang digunakan untuk menampilkan suatu karakter yang diletakan di depan nilai yang diatur oleh fungsi setw () . File header yang harus disertakan file header adalah iomanip.h
Bentuk umum :
            setfill (karakter)


   6. setiosflags ()
setiosflags () merupakan fungsi pengatur layar yang digunakan untuk mengatur sejumlah format keluaran data. Fungsi ini biasa pada fungsi cout(). File header yang digunakan iomanip.h . Ada beberapa format keluaran untuk fungsi setiosflags (), yaitu :
a.       Perataan kanan dan kiri
ios::left   , digunakan untuk mengatur rata kiri
ios::right  ,  digunakan untuk mengatur rata kanan

b.      Keluaran notasi konversi
ios::scientific , untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi eksponensial
ios::fixed , untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi desimal





SOAL
1.      Carilah volume kerucut, dengan data dimasukkan lewat inputan ! (hasil 5 bilangan dibelakang koma)
Tinggi : ......[input]
Jari-jari: ..........[input]

Jadi  volume kerucut dengan jari-jari .........[output] dan tinggi ........[output] adalah ...........[output]

2.      Masukan 3 data lalu tampilkan seperti berikut!
Menu 1= ......[input]
Menu 2=........[input]
Menu 3= .......[input]


Menu                          Menu    [output]
====================
xx                                    xx
xxxxx                        xxxxx
xxx                                xxx

3.      Buat konversi bilangan dari desimal ke oktal dan hexadesimal , dengan satu inputan

Masukan bilangan : ..........[input]

Oktal= ........[output]
Hexadesimal = ........[output]

4.      Buat tampilan seperti berikut (nilai akhir 2 angka dibelakang koma)
 (nama siswa dengan nama lengkap)
Nama Siswa : ........[input]
Nilai 1: ..........[input]
Nilai 2: .........[input]
Nilai 3: .........[input]

Nama siswa : ...........[output]
Jumlah Nilai : ...........[output]
Nilai rata-rata: ...........[output]

5.      Hitung luas dari balok diketahui panjang, lebar dan tinggi dimasukan lewat input. Output yang diinginkan dengan lebar karakter 10, depannya diberi angka nol (0)’

Panjang = ........[input]
Lebar = ........[input]
Tinggi = ........[input]

Jadi Luas penampang balok adalah 000000XXXX.[output]

Jumat, 11 Januari 2013

SOAL ASKJ kelas XII TKJ
Kerjakan soal berikut ini , kumpulkan di r piket !
1. Apa yang dimaksud dengan FIREWALL ?
2. Bagaimana sistem kerja FIREWALL?
3. Sebutkan dan jelaskan macam-macam FIREWALL?
4. Sebutkan 3 manfaat firewall ?
5. Sebutkan dan jelaskan kelebihan dan kelemahan FIREWALL?

Selasa, 08 Januari 2013

SOAL LOGIKA

1. Ada 3 buah wadah yang diketahui bervolume 8 liter, 5 liter, dan 3 liter. Pada keadaan awal hanya wadah 8 L yang penuh berisi air. Pertanyaannya : Bagaimana caranya memindahkan air dari wadah 8 L sehingga wadah 5 L berisi air sebanyak 4 L dengan saling menuang air pada wadah-wadah tersebut . Ada berapa langkah dalam menuang air tersebut, air tidak boleh dibuang (hanya dipindah ke ember-ember tiga ember tersebut) ?

2. Ada 8 kotak peti, masing-masing diberi nomor 1 sampai 8. Buah jambu, melon, semangka, jeruk, mangga dan durian akan dimasukkan kedalam peti-peti tersebut dengan aturan sebagai berikut :
• Durian harus dimasukkan ke peti nomor 4
• Semangka tidak boleh diletakkan tepat disamping melon
• Jeruk harus diletakkan disamping mangga

Jika melon diletakkan di peti nomor 2, maka urutan buah dari peti 1 sampai 8 (ada kotak kosong) adalah …..

3. Tiga kakak beradik bernama Nia, Nanik dan Nur. Nanik 9 tahun lebih tua dari Nia. Nur 2 tahun lebih tua dari Nanik. Dan bila usia mereka dijumlah akan mendapatkan angka 95. Berapakah usia Nia sekarang ?

4. Perhatikan gambar berikut !
Berdasarkan diagram diatas, buatlah pernyataan yang benar sebanyak 7 pernyataan ?

5. Luas kebun Pak Kurdi sama dengan luas kebun Pak Andi, Luas kebun Pak kurdi lebih sempit daripada Luas kebun Pak Anto, Pak Edo adalah saudara sepupu Pak Anto yang memiliki luas kebun lebih sempit daripada Pak Andi.Cari urutan dari kebun terluas sampai tersempit.!

6. Dian agak kurang tinggi di bandingkan Dani, Sinta sama tingginya dan Dani, Tetapi kalah tinggi di bandingkan Yeni,Sedangkan Yeni Lebih Tinggi daripada Dani akan tetapi tinggi badan Yeni lebih rendah di bandingkan Susi yang lebih tinggi di bandingkan Dian. Urutkan siapa terpendek sampai tertinggi !

7. Ada lima mahasiswa A,B,C,D, dan E yang mengikuti sebuah seminar. A dan B berasal dari fakultas yang sama, dan D dan E juga berasal dari fakultas yang sama. Bila mahasiswa yang berasal dari fakultas yang sama tidak boleh duduk berdekatan, kemungkinan posisi tempat duduk mereka dalam satu deretan Adalah ...

8. Sandra mengendarai mobil dari kota A ke kota B. Rute perjalanannya adalah sebagai berikut. Ia berangkat dari kota A menuju ke timur sejauh 23 Km, kemudian belok ke utara 25 Km, kemudian belok lagi ke timur sejauh 10 Km, kemudian belok ke utara lagi sejauh 13 Km. Terakhir ia belok ke timur sejauh 12 Km sampai ke kota B. Sebenarnya berapa jarak kota A ke kota B?

9. Empat orang membuat jembatan di atas sungai dan bisa selesai dalam waktu 15 hari. Jika jembatan ingin diselesaikan dalam waktu 6 hari, berapa orang yang diperlukan?

10. Sebuah pabrik merencanakan membuat sepatu dan sandal. Jika jumlah barang tersebut adalah 1.200 pasang dan jumlah sepatu 4 kali lipat jumlah sandal, berapa pasang sepatu yang akan dibuat?


Dari berbagai sumber